Barcode Reader

Biasanya menguping pembicaraan seseorang akan selalu terkesan negatif dan kurang sopan, tetapi apa jadinya jika menguping pembicaraan seseorang akan mengubah struktur pertokoan di seluruh dunia. Awal cerita, dulu pertokoan diamerika sebelum Barcode ditemukan, para pemilik toko selalu dibuat kepusingan dengan administrasi, stock barang dan pembayaran seorang pembeli yang membeli banyak barang.

Pembelian banyak barang disuatu toko pada saat itu sangat merepotkan penjaga kasir dalam menghitung barang barang si konsumen, dikarenakan pada saat itu masih menggunakan metode dicatat dengan tulisan tangan dan dihitung dengan komputer atau kalkulator. Singkat cerita, alat pembantu dalam membantu pertokoan pun diciptakan pada tahun 1890, dalam membantu pemilik toko dalam pencatatan barang dagangan mereka di terapkan di model kartu berlubang (Punch Card).

Cara kerja Punch Card adalah Saat si pembeli masuk kedalam toko, si pemilik toko akan memberikan sebuah kartu kepada si pembeli, si pembeli tersebut diharuskan melubangi kartu tersebut sebagai penanda barang yang akan dia beli, setelah saat si pembeli selesai memilih barang, si pembeli harus menyerahkan kartu tersebut kepada si pemilik toko untuk di pindai kedalam suatu alat pembaca Punch Card.

Tetapi Punch Card ternyata tidak seefisien yang diharapkan, Punch Card ternyata malah merepotkan si pembeli karena harus melubangi kartu tersebut “gampang jika yang dia beli hanya sebungkus permen, jika dia membeli barang untuk kebutuhan 1 bulan” maka yang dilubangi juga akan sangat banyak dan kelemahan terbesar Punch Card ini adalah jika sering lupanya si pembeli dalam melubangi kartu akan membuat si pemilik toko menghitung kembali barang yang akan dibeli si pembeli tersebut secara manual.

Titik terang dalam permasalahan ini mulai muncul di sekitar awal tahun 1948, saat terdengarnya pembicaraan antara Direktur perusahaan makanan dengan dekan Institut Teknologi Drexel yang pada saat itu Si Direktur meminta dibuatkan nya alat untuk membaca informasi produk secara otomatis, ketika si pembeli akan keluar dari toko. Tetapi sayangnya sang dekan tidak menyanggupinya.

Tanpa mereka sadari, percakapan mereka telah dicuri dengar oleh mahasiswa pasca sarjana. Mahasiswa tersebut bernama Bernhard Silver. Setelah mencuri dengar, Bernhard mengunjungi teman lamanya Norman Joseph Woodland yang seorang dosen di Univeritas Drexel dan menceritakan apa yang telah ia dengar dan berencana membuat alat tersebut bersama.

Mula mula mereka menggubakan tinta khusus yang akan berpedar di bawah sinar ultra violet, tetapi masalahnya kestabilan tinta susah dijaga dan harga tinta tersebut juga sangat mahal. Setelah berbulan bulan mereka jatuh bangun dalam membuat alat tersebut, akhirnya mereka berhasil menciptaka Barcode(angka angka) dan Linear Barcode(garis garis linear). Tanpa menunggu lama mereka pun segera mematenkan temuanya tersebu pada tanggal 20 oktober 1949 dan telah diakui pada tanggal 07 oktober 1952.

Dan sistem Barcode ini pertama kali dipasang di sebuah pertokoan bernama Kroger di cincinanti, barcode pertama dipasang yaitu barcode berupa stiker yang dibuat, bukan barcode yang tercetak langsung pada kemasanya.

Baru kemudian pada tahun 1969, Asosiasi jaringan makanan di amerika berinisiatif memakai sitem barcode pada semua produk kemasan dan hasilnya berupa (UPC) Uniform Product Code. Dan sistem ini masih dipakai samapai sekarang.

Cara kerja Barcode adalah dengan dibantunya oleh alat yang disebut Barcode Reader yang diberi sensor  yang akan membaca setiap Barcode yang ada pada kemasan makanan dan di outputkan pada monitor berupa nama barang, jumlah barang yang akan dibeli dan harga barang tersebut lalu komputer segera menjumlahkanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s